Sejarah Emas Kuno Sebagai Cincin Kawin Dan Perkembangannya Hingga Kini

Cincin kawin – Semenjak permulaan ditemukan, cincin kawin memang terus mengalami perubahan popularitas. Diawali dari cincin kawin yang terbuat dari emas kuno kemudian berkembang menjadi beragam cincin kawin dari beragam tipe, bahan dan desain perhiasan yang sekarang berkembang.

Semenjak permulaan perkembangannya juga, cincin kawin terus mengalami lonjakan harga. Harga cincin pernikahan dan harga cincin tunangan terus menerus mengalami perubahan harga dan perubahan harga ini sebanding dengan naiknya poin mata uang dari tahun ke tahun. Anda yang mau tahu kabar sejarah emas kuno sebagai cincin kawin dan perkembangannya dari masa ke masa, berikut kabarnya.

Era Mesir Kuno (5550 SM – 20 SM)
Perkembangan cincin kawin memang diawali semenjak era Mesir Kuno. Pun dapat dibilang bukan cuma menjadi perkembangan cincin kawin namun juga perkembangan dunia perhiasan secara seutuhnya. Mereka kemudian mulai memproduksi beragam manik – manik berkilau dan desain yang bermacam. Mereka juga mengaplikasikan beragam batuan dalam membikin perhiasan dengan harga cincin pernikahan yang dapat terbayar melalui barter kala itu. Di era emas kuno, batuan yang populer diterapkan sebagai komplemen perhiasan seperti batu carnelian, feldspar, amethyst, chalcedony, lapis lazuli dan pirus.

Era Yunani Kuno (1400 SM – 31 SM)
Perhiasan pada masa Yunani Kuno diciptakan dengan wujud binatang dan wujud kerang. Tidak cuma itu, mereka menambahkan beragam batuan hiasan pada emas mereka seperti amethyst, mutiara, carnelian, garnet dan zamrud. Batuan ini diciptakan mata pada cincin kawin, cincin wanita, kalung dan beragam perhiasan lain. Masih sama dengan era Mesir Kuno, di era Yunani kuno harga cincin tunangan dan harga cincin pernikahan dapat dibayar melalui barter.

Era Romawi Kuno (500 SM – 400 M)
Masyarakat Romawi Kuno, menyukai dengan cincin dari emas, bros dan desain kepala binatang melingkar. Mereka mengaplikasikan batu – batuan seperti safir, zamrud, mutiara, amber, garnet, jet juga berlian. Di era ini Anda akan temukan banyak wujud cincin yang unik.

Art Deco (1920 – 1935)
Masyarakat yang membikin cincin kawin dan beragam tipe perhiasan di era ini menyukai perhiasan dengan warna warna cemerlang. Format geometris, desain absurd dan seni oriental berdandan batuan seperti berlian, ruby, zamrud, mutiara, opal, coral, garnet dan amethyst. Di tahun ini yaitu suatu masa dimana jam tangan mulai populer dan digemari beragam kalangan.

Retro (1939 – 1949)
Desain perhiasan dan cincin kawin di masa ini diberi pengaruh oleh terjadinya perang dunia ke dua yang terjadi. Pada jangka waktu ini terjadi embrago untuk batu mulia sehingga bahan pembuat perhiasan pada tahun ini diganti ke logam bukan emas kuno dengan desain motif patriotik, batu semi mulia dan batu sintetis.

1950an – kini
Sesudah terjadinya perang dunia ke dua, masyarakat dunia mulai melirik kembali perhiasan dengan warna – warna cemerlang. Pemakaian rhinestone, manik besar, emas dan batu pertama serta batu berlian kembali populer di masa ini. Harga cincin tunangan, harga cincin pernikahan dan beragam perhiasan melonjak naik hingga ketika ini.
Itulah sejarah perkembangan cincin kawin dari masa lalu hingga kini. Semoga kabar diatas menjadi kabar yang berkhasiat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *