BANK BTN Bidik Peningkatan Aset Jadi Rp 500 T

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) berharap aset perseroan dapat tumbuh menjadi sekitar Rp 500 triliun dalam beberapa tahun mendatang seiring berbagai strategi yang dilakukan.

Direktur Paling utama BBTN, Maryono menyebutkan perseroan nantinya semakin lebih ekspasif sekali lagi, di mana terdapat banyak jenis yang nanti dapat dipakai pada waktunya diperlukan seperti penerbitan subdebt atau right issue.

” Kami semakin lebih ekspansif sekali lagi serta yakin tumbuh berkepanjangan seperti rekam jejak tiga th. ke belakang yang senantiasa ada diatas rata-rata industri nasional, ” dalam info tertulis Minggu (11/2/2018).

Walau sekian menurut Maryono, cara barusan pastinya mesti memperoleh izin dari pemerintah.

Mengenai pada th. ini perkembangan usaha Bank BTN diinginkan tetaplah ekspansif serta berkepanjangan dan ada diatas rata-rata industri nasional.

” Rekam jejak perkembangan usaha BTN bisa terbangun dengan berkepanjangan dalam tiga th. ke belakang serta ini juga akan kita teruskan supaya tetaplah terbangun pada usaha th. 2018, ” tutur Maryono.

Diterangkan, pada th. ini Bank BTN juga akan konsentrasi pada bagian transformasi digital banking yang masuk pada bagian ke-2 transformasi yang tengah dikerjakan.

Kiat itu jadi momentum perlu untuk perseroan, karenanya pada 2018 semua infrastruktur pendukung transformasi digital banking diinginkan bisa diimplementasikan untuk melayani orang-orang dengan gampang serta cepat.

” Juga akan terdapat beberapa inovasi product serta service berbasiskan digital yang siap di pasarkan pada th. ini, ” jelas Maryono.

Walau sekian, Maryono tetaplah menanggung ekspansi yang akan berlangsung tetaplah menghadap pada pemenuhan program satu juta tempat tinggal.

” Kami juga akan tetaplah berupaya jadi pemeran paling utama dalam mensupport program satu juta tempat tinggal yang diinisiasi Ayah Presiden RI, Joko Widodo, ” tuturnya.

Maryono memberikan dengan misi serta visi baru Bank BTN juga akan jadi lebih konsentrasi dalam memberi support itu, termasuk juga dalam soal penuhi keperluan jasa keuangan keluarga.

” Periode th. ke-2 digital banking ini adalah satu momentum bagaimana Bank BTN dapat melakukan perbuatan semakin besar sekali lagi dengan timbulnya banyak product baru yang juga akan di keluarkan seperti kartu e-money, kartu credit dan QR Payment, di mana beberapa produk itu diinginkan bisa penuhi keperluan orang-orang jaman saat ini, ” urainya.

Lahirnya beberapa produk baru itu lebih Maryono, pastinya juga akan beresiko pada meningkatnya pencapaian fee base income perseroan, di mana pada th. ini Bank BTN membidik perkembangan fee based ini bertambah sekitaran 30 %.

Di bagian beda, pada th. ini Bank BTN akan menaikkan jumlah kantor cabang untuk mengoptimalkan potensi bidang perumahan sebagai keperluan paling utama orang-orang.

” Menambahkan kantor cabang dapat dikerjakan dengan tingkatkan status kantor cabang pembantu serta kantor kas. Jadi tidak mesti buka kantor baru yang memiliki biaya tinggi, ” tukasnya.

Disamping itu Direktur BBTN, Adi Setianto mengungkap dalam mensupport transformasi digital banking step ke-2, perseroan telah menyiapkan infrastruktur pendukung dengan membuat basis baru, di mana nanti juga akan mendukung keperluan Bank BTN dalam menerbitkan product baru seperti kartu e-money, kartu credit serta QR Payment.

Baca juga: kurs dollar hari ini

” Sekarang ini kami tengah menyiapkan mengajukan izin lisensi penerbitan kartu e-money, kartu credit serta QR payment ke Bank Indonesia. Diinginkan th. ini ke-3 product baru itu dapat di luncurkan, hingga nanti Bank BTN akan menerbitkan kartu itu sendiri, ” terangnya.

Adi menerangkan untuk membuat infrastruktur IT pihaknya lakukan kolaborasi dengan BUMN, hingga tidak keluarkan cost investasi sendiri berbentuk berbelanja modal (capital expenditure), tetapi cuma cost operasional (operational expenditure) hingga jadi lebih efektif.

” Pengeluaran maintanance IT kami sesuai sama keperluan saja, hingga tidaklah perlu banyak keluarkan dana investasi. Seperti data center BTN yang menggandeng satu diantara BUMN, ” tuturnya.

Disamping itu untuk menghadapi masa financial technology (fintech), Adi mengakui BTN juga akan lakukan kerja sama juga dengan startup lokal untuk meningkatkan aplikasi yang sesuai sama keperluan usaha perseroan.

” Bahkan juga BTN gagasannya juga akan mengadakan pertandingan antar startup untuk membuat aplikasi yang dapat digunakan perseroan, ” tegasnya.

Satu Komentar Tambahkan milikmu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.